Cari Blog Ini

Selasa, 27 Desember 2011

TIME LAPSE

http://www.youtube.com/watch?v=mmpAtcH5zx0

Belajar time laps,
Nikon D5100
Tripod
800 pic

Rabu, 21 Desember 2011

BELAJAR "LS" ALIAS LandScape

Yang Pertama adalah Waktu pemotretan yang tepat

Pada saat pagi dan sore, matahari masih berada dekat cakrawala sehingga memberikan side light pada landscape. Side light mempermudah fotografer memunculkan dimensi. Selain itu, pada saat pagi dan sore pula cahaya matahari berwarna kuning sehingga memberi kesan hangat pada foto.



Yang Kedua adalah aturan 1/3

Komposisi "The Rule of Third" atau Aturan Sepertiga efektif untuk menampilkan persepsi dinamis pada foto landscape.
Pilih salah satu bagian yang menarik , antara land atau skynya sehingga dapat terkesan lebih cantik.
Seperti gambar ini, keadaan langit sangat baik sehingga memberikan porsi yang lebih besar ke bagian langit itu sendiri.


Yang Ketiga Gunakan filter polarisasi (jika perlu)

Memotret outdoor di negara tropis mewajibkan fotografer memakai filter polarisasi. Filter ini populer pula dengan sebutan filter Circular Polarizing alias CPL. Filter ini berfungsi memekatkan warna biru langit, menambah saturasi warna dan menambah atau mengurangi refleksi.

Ke Empat Sudut alternatif

Landscape yang indah pasti jadi sasaran banyak fotografer. Jika memotret dari angle itu-itu saja maka akan jadi foto yang begitu-begitu saja. Temukan sudut alternatif, misalnya low-angle. Tambahkan framing untuk mengisi ruang kosong.



Dan yang terakhir Manfaatkan garis dan bentuk alam sebagai
unsur pembangun komposisi

Alam kita sudah mengandung garis, bentuk (shape) dan wujud (form) yang merupakan modal penting sebagai unsur pembangun komposisi. Demikian pula dengan pola (pattern) dan tekstur yang amat banyak dijumpai di alam secara luas.

Mengenal Photografi


Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO